BEM KBM Universitas Pakuan Bogor

Aspiratif, Progresif dan Kreatif Revolusioner

Kegiatan SPOK

Dokumentasi Kegiatan SPOK (Sistem Pemantapan Organisator Kampus) 7-8 Februari 2015 @VillaOrange

Jumat, 30 Januari 2015

LOMBA ORASI KEJAKSAAN NEGERI


9 Desember 2014 bersamaan dengan hari anti korupsi se-dunia. Kejaksaan Negeri menghelat lomba orasi dan berbagai lomba, bazar, dan kegiatan lainnya. Kami BEM KBM Unpak mendapatkan undangan untuk mengikuti perlombaan ini. Kami mengirimkan satu perwakilan dari pengurus BEM KBM yaitu Ahmad Saepul dari FKIP Bahasa Inggris semester 3. 

Perlombaan orasi ini dimulai pada pukul 09.00. Peserta yang mengikuti kegiatan ini ada 5 orang peserta yang berasal dari  Pakuan, HMI, GMNI, dan PMII. Para peserta mengangkat tema “KORUPSI”.  Universitas Pakuan mendapatkan nomor urut  tampil ke empat. Ahmad Saepul mendapatkan Juara I. Prestasi ini diraih karena ia mampu  memaparkan data orasi yang sesuai dengan fakta yang terjadi. Ia juga memaparkan korupsi-korupsi dari strata rakyat paling bawah, hingga strata yang paling atas. Juara II di raih oleh peserta dari GMNI komisariat pakuan dan bung haryanto dari GMNI komisariat pakuan juga.

Ini merupakan kembagaan dan penghargaan untuk BEM KBM Universitas Pakuan. Selamat Kepada Saudara Epul, dan semangat berjuang untuk seluruh Mahasiswa Indonesia.

Hidup Mahasiswa !!!

Selamat Malam Mahasiswa Indonesia...
sudah lama tidak menyambangi Blog ini, ternyata banyak sekali event yang belum kami bagikan ke rekan-rekan semua. Tapi tenang saja, malam ini  kami akan sedikit mengulas kegiatan-kegiatan kami yang belum sempat kami ceritakan.
Just enjoy to read the story :)

Selasa, 27 Januari 2015

Aksi Internal – Menolak SK Rektor tentang Pembatasan Masa Organisasi Bagi Mahasiswa

Aksi Internal – Menolak SK Rektor tentang Pembatasan Masa Organisasi Bagi Mahasiswa 
#TolakSKRektor  #LegalkanKegiatanDiLuarKampus 



Hari itu, matahari keluar malu-malu tapi sendu mengiringi persiapan aksi. Panji-panji dan massa aksi dari seluruh fakultas bersiap turun. Respon ini sungguh cepat karena isu yang bergulir tak kalah hebat. Wacana dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan yang berencana membolehkan hanya mahasiswa minimal semester 3 yang mengikuti organisasi tak pelak menjadi tensi. Menindaklanjuti surat edaran Dikti katanya. Padahal sama sekali Dikti tidak melarang mahasiswa untuk berorganisasi dan juga tak melarang kegiatan pengkaderan / latihan kepemimpinan yang dilakukan di luar kampus oleh HMJ, atau BEM Fakultas juga BEM tingkat Universitas. Seluruh ketua kelembagaan dari tingkat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F), hingga tingkat Universitas berkumpul untuk mengkaji isu tersebut sebelumnya. Beragam pandangan yang muncul bermuara jadi satu suara; aksi!

Alur sedikit berubah saat WR III memutuskan bertemu untuk mediasi, setelah beberapa hari sulit ditemui. Nasi sudah jadi bubur, massa aksi sudah berkumpul dan panji-panji sudah berkibar. Kostum hitam dipilih sebagai representasi kematian organisasi kampus jika memang benar wacana tersebut dibuat Surat Keputusan oleh rektor. Massa aksi yang terpisah dari seluruh fakultas berkumpul di lapangan utama. Ratusan mahasiswa. Lama kita tak melihat ini, semua bersatupadu. Satu langkah, satu irama. Koordinator lapangan aksi tersebut adalah Presiden Mahasiswa Universitas Pakuan tentu dibantu dengan teman-teman lain dari kelembagaan mahasiswa untuk mengatur aksi tersebut agar tetap berjalan lancar.
Kurang lebih pukul 9, massa telah berkumpul. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mulailah border dibuat. Satu suara menyanyikan lagu Indonesia Raya. WR III yang tadinya tak mau menemui mahasiswa akhirnya bersedia berdialog dengan perwakilan para ketua lembaga. Masjid dipilih menjadi tempat dialog, namun mahasiswa menolaknya. Halaman masjid yang rindang menjadi jalan tengah dilakukannya dialog WR III dengan mahasiswa.
Pembicaraan sangat alot sedang massa terus meneriakkan kata-kata perjuangan. Lagu-lagu pembakar semangat mahasiswa terus didndangkan seolah tak mau berhenti untuk membakar semangat mahasiswa. Dialog terus berlangsung lama, sedangkan mahasiswa terus menunggu. Panasnya matahari siang itu tak mampu terbendung kulit. Keputusan yang strategis harus segera diambil agar provokasi sulit. Dialog masih belum menemukan hasilnya, akhirnya WR III memutuskan untuk mengumpulkan para WD III yang akan langsung juga berdialog dengan perwakilan para ketua lembaga. Dialog dilanjutkan di aula rektorat dengan terlebih dahulu WR III menemui massa untuk tetap sabar menunggu hingga pukul 1 siang.
Situasi dalam aula tak kalah panas walau pendingin ruangan terus menyala. Adu argumentasi tak terelakan. Terlihat ketidatmeretaan persepsi yang dilontarkan WR III dan para WD III. Massa diluar semakin panas, provokasi masuk hingga membuat ganas. Ban dibakar dan sempat terjadi sedikit gesekan antar mahasiswa tapi itu bisa segera diselesaikan dan dialog dalam aula tetap dilanjutkan. Massa semakin bosan menunggu lama karena tak ada hasil juga. Hingga akhirnya berita acara menjadi hasil kesepakatan bersama. Beberapa poin disepakati untuk dipatuhi dan dijalankan. Massa yang sudah lama menunggu kini rapat dengan pintu masuk rektorat. Sebelum provokasi menjadi-jadi, WR III dan para WD III serta para perwakilan ketua lembaga keluar menemui massa. Keputusan dibacakan dan diterima semua pihak. Wacana pembatasan masa mengikuti organisasi dibatalkan, kegiatan di luar kampus yang bertajuk kepemimpinan disahkan, dan keputusan lainnya mengikuti.
Pembacaan keputusan itu langsung oleh WR III didampingi Presiden Mahasiswa dan Ketua Badan Legislatif Mahasiswa KBM Unpak. Perjuangan sejak pagi terbayarkan. Aksi diakhiri dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh semua yang ada. Mahsiswa telah membuktikan kekuatannya melalui persatuan. Dengan demikian, perjuangan yang satu selesai dan ayo lanjutkan perjuangan selanjutnya.
Hidup mahasiswa!

Ditulis Oleh :

KOMINFO BEM KBM UNIVERSITAS PAKUAN

Seminar Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

Kegiatan ini sudah dilaksanakan pada :
Hari/tanggal       : Selasa, 25 November 2014
Waktu                : 07.30 - 12.00 WIB
Tempat               : Ruang Aula Rektorat Universitas Pakuan Bogor

Peserta Seminar Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS berjumlah 96 peserta yang terdiri dari para ketua dan perwakilan lembaga kemahasiswaan yang terdiri dari Badan Legislatif Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa  dan mahasiswa baru dari tiap fakultas di lingkungan Universitas Pakuan.

Acara seminar diawali dengan pembukaan oleh MC kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Seminar, Presiden Mahasiswa, dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Pakuan, Ir. Arif Mudianto, MT  yang diwakili oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang sekaligus menjadi pembuka acara Seminar.




Acara inti seminar dibuka dengan pembacaan doa oleh Sdr. M. Jamaludin Al-Bantani dan kemudian pemaparan  materi dari narasumber pertama. Narasumber pertama adalah dari Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Iska.




Ada 3 Topik yang disampaikan berkenaan dengan Bahaya HIV/AIDS . Yang pertama, Pengenalan HIV/AIDS, Penularan HIV/AIDS, Pencegahan dan Pengobatan HIV.

Pemaparan  materi kedua disampaikan oleh dr. Armein S. Rowi. Topik yang disampaikan berkenaan dengan  Stigma dan Diskriminasi beberapa ulasan yang disampaikan  tentang 3 Zero. Zero New Infection, Zero Discrimination, Zero HIV related to death.
Pemaparan  materi disambut baik oleh seluruh perserta seminar. Usai pemaparan materi acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan dua termin dimana setiap termin terdiri dari tiga penanya.




Acara dilanjutkan dengan persembahan seni komika bahaya HIV/AIDS dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya Universitas Pakuan. Sebagai penutupan adalah penandatanganan kesepakatan tindak lanjut Seminar Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS. Nota kesepakatan berisi kesiapan Kampus Universitas Pakuan berupaya untuk menjaga Kampus Universitas Pakuan menjadi Kampus yang bersih bebas dari HIV/AIDS, dengan menerapkan Pola pergaulan yang baik dan  menjadi mahasiswa sebagai cerminan masyarakat di lingkungan kampus. Yang menandatangani adalah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan yang diwakili oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, para undangan seminar, Presiden Mahasiswa, dan perwakilan mahasiswa Universitas Pakuan.

               
              
  Ditulis Oleh :
KOMINFO BEM KBM UNIVERSITAS PAKUAN

M. Jamaludin Al-bantan



i

Kamis, 20 November 2014

AKSI Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan Menolak Kenaikan BBM
BBM Naik, Rakyat Menderita Asing Gembira !!!
Rabu, 19/11/2014. Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor (BEM KBM UNPAK) beserta dengan Keluarga Besar Mahasiswa Unpak menggelar Aski Penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah diputuskan pemerintahan Jokowi-JK Senin malam lalu. Massa aksi longmarch dari Kampus UNPAK menuju Tugu Kujang, Bogor. Aksi di mulai pukul 13.30 – 15.30 WIB dihadiri oleh sekitar 100 Mahasiswa dari berbagai Fakultas di lingkungan Kampus UNPAK, berlangsung damai dan tertib. Meski jelang akhir aksi diguyur hujan, mahasiswa tetap semangat menyuarakan aspirasi demi tersampaikannya kebenaram dan untuk membela hak-hak rakyat.
Aksi diawali dengan pembubuhan tandatangan KBM UNPAK di lingkungan kampus yang menyatakan penolakan terhadap kenaikan BBM. Ini merupakan sikap yang tegas dari mahasiswa khususnya KBM UNPAK terhadap kebijakan sembrono pemerintah dalam mengambil keputusan yang menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia. Kebijakan menaikkan BBM bukan merupakan kebijakan pro rakyat sehingga wajib ditolak oleh siapapun terlebih mahasiswa yang di atas pundaknya tergenggam arah bangsa, tertanam harapan-harapan rakyat.


Kebijakan pemerintah menunjukkan ketidakberpihakan penguasa pada rakyat, karena dengan dalih apapun, efek dari naiknya harga BBM akan sebesar-besarnya dirasakan oleh rakyat miskin yang jumlahnya banyak, rakyat menengah ke bawah dan bukan menengah ke atas apalagi orang kaya. Selain itu, kebijakan ini merupakan kebijakan khianat pemerintah, kepada rakyat dan konstitusi negara.
Para orator dalam aksi ini menyampaikan keberatan dan menuntut pemerintah untuk membatalkan kebijakan menaikkan harga BBM , karena dampak dari kebijakan ini sangatlah buruk bagi kesejahteraan hidup rakyat Indonesia.
Penolakan mahasiswa dikontekstualisasikan pula melalui aksi teatrikal dan pembacaan puisi dari Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya Universitas Pakuan (UKM USB UNPAK), dimana digambarkan di dalamnya pengkhianatan pemerintah terhadap rakyat setelah mereka berkuasa, padahal sebelumnya mereka berjanji menyejahterakan rakyat. Pemerintah lepas tangan dari mengurusi rakyat dan hanya peduli terhadap kepentingan pribadi, partai dan asing.
Presiden Mahasiswa KBM UNPAK, Aldi Yudawan dalam pernyataan sikap BEM KBM UNPAK kembali menegaskan bahwa kenaikan harga BBM wajib ditolak. Kebijakan menaikkan harga BBM sarat akan kebohongan pemerintah dengan segala dalih yang disampaikan. Pembatasan Subsidi BBM dan menaikkan harga BBM secara politis merupakan bagian dari upaya untuk meliberalisaikan sektor migas secara sempurna baik sektor hulu maupun hilir. Mayoritas pengelolaan migas saat ini dikuasai oleh swasta khususnya pihak asing sehingga pendapatan negara dari migas sangat minim. Ini membuat Asing Untung sedangkan Rakyat Buntung.

Selain penolakan kenaikan harga BBM, BEM KBM UNPAK dalam hal ini pun mendesak pemerintah untuk membuat konsepsi yang jelas tentang pengolahan dana subsidi untuk menyejahterakan rakyat tanpa harus menaikan harga BBM, menaikan pajak bagi produsen kendaraan dan mengurangi pemakaian kendaraan pribadi, dan melakukan renegoisasi semua sektor migas dengan pihak asing dan menyatakan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Fans Page : BEM KBM Universitas Pakuan - 2014
Twitter : www.twitter.com/bemkbmunpak
Blog : bemkbmuniversitaspakuan.blogspot.com